Jumat, 29 Juli 2011

Makalah Ilmu Komunikasi

Bahasa Tubuh Sebagai Salah Satu
 Komunikasi Nonverbal


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam Faktanya Penelitian telah menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara
manusia dilakukan secara non verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi
dalam masyarakat yang berwujud nonverbal. Komunikasi nonverbal ialah menyampaikan
arti (pesan) yang meliputi ketidakhadiran symbol-simbol suara atau perwujudan
suara. Salah satu komunikasi non verbal ialah gerakan tubuh atau perilaku kinetic,
kelompok ini meliputi isyarat dan gerakan serta mimic. Cara anda memuntir rambut atau
menyentuh hidung, cara anda melipat tangan atau menyilangkan kaki, mengungkapkan
banyak hal tentang Anda serta orang lain.

Apakah ia menggoda Anda dari seberang ruangan? Jika demikian Anda dapat
memberitahu padanya bahwa Anda tertarik dengan menggerai rambut Anda ke belakang
atau menggoyangkan kaki. Jika ia mengibaskan jaketnya atau membenarkan mansetnya,
ia tertarik pada diri Anda.
Di sebuah wawancara kerja, postur tubuh Anda mengatakan lebih banyak hal
tentang Anda dibandingkan surat lamaran atau resume itu sendiri. Cara Anda duduk,
tersenyum, dan menggunakan tangan mengatakan banyak hal tentang Anda. Apakah anda
bersikap terbuka atau menyembunyikan sesuatu.
Dengan mengetahui apa arti bahasa tubuh, anda dapat melihat perasaan seseorang
yang sebenarnya, walau pun mereka tidak ingin mengatakannya kepada anda. ‘Bahasa
tubuh’ kedengarannya seperti sebuah kontradiksi. Kita biasanya berbicara melalui mulut.
Namun penelitian makin menemukan bahwa bahasa tubuh itu benar-benar sebuah
bahasa. Mungkin dapat anda bayangkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdiri dari
gerak isyarat tubuh disengaja dan ‘tanda-tanda’ dari alam bawah sadar yang tidak
disadari. Beberapa diantaranya merupakan gerakan-gerakan gugup yang cepat,
merupakan tanda-tanda kecil yang hanya dapat ditangkap melalui pengawasan yang
cermat. Sebuah geraka ntubuh seperti menjabat tangan seseorang adalah sebuah kata.
Sederetan geraka ntubuh yang berkesinambungan yang sering disebut kelompok, adalah
kalimat. Contoh seorang pria yang sedang berhadap-hadapan dengan wanita,
pandangannya lurus kepada wanita. Tangannya bergerak-gerak mendekati tangan wanita.
Tidak ada keraguan dan rahasia dalam kaliamta yang ia ucapkan : “Saya suka kamu, dan
saya ingin dekat dengan kamu”.
Bahasa tubuh dapat memeberi tekanan atau berlawanan denga napa yang sedang
kita ucapkan. Jika anda harus bersikap sopan terhadap seseorang yang tidak and a sukai
mungkin and amengucapkan kata-kata yang benar, namun tubuh anda memberontak.
Mungkin anda menjabat tangan mereka sebentar mungkin, atau mencoba menghindar
dari tatapan mata. Disini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan. Anda
mengirimkan 2 macam tanda yang berbeda. Bahasa ucapan mengatakan “saya suka
kamu”; bahasa tubuh mengatakan “saya tidak suka kamu”. Jika si penerima mengerti
bahasa tubuh, ia tidak akan terkelabui.
Kecuali, jika anda seorang pemakai bahasa tubuh yang ulung dan mengetahui
bagaimana caranya supaya anda terlihat benar berperasaan positif. Hanya seorang yang
ahli sekali dalam bahasa tubuh yang dapat melihat tanda-tanda yang sangat kecil yang
mengungkapkan perasaan anda yang sesunggguhnya.
Dalam kehidupan anak misalnya, anak-anak belajar beberapa hal tentang bahasa
tubuh pada saat mereka tumbuh dan berkembang. Pada umur sepuluh, mereka tahu
bahwa jika mereka berbohong dan tidak ingin mengaku, mereka harus mencoba untuk
tidak menunduk dan melihat ke bawah atau tidak menutup bibir dengan tangan mereka.
Kita semua memiliki beberapa pemahaman tentang bahasa tubuh, kecuali jika kita butaemosi. Anda tidak perlu mempunyai ijasah dalam ilmu psikologi untuk mengetahui
bahwa seorang wanita yang memegangi kepalanya dengan tangannya sedang tidak
bergembira.
Makin akrab situasinya, makin banyak kita membuka diri yang sesungguhnya,
makin banyak yang akan diungkapkan melalui bahasa tubuh kita, meskipun sering kali
diluar kehendak kita. Kadang, tubuh kita menceritakan kebenaran yang tidak kita ketahui,
dan tidak siap kita terima.
Argyle dan mitra kerjanya menyatakan bahwa ketika orang bertemu, berbicara
atau melakukan apa saja secara bersama-sama, maka tingkah laku ini harus dilihat
sebagai “interaksi”. Ini menekankan betapa banyaknya faktor-faktor yang berbeda yang
berperan di dalam hubungan antara orang-orang. Sebuah cara yang bagus untuk meneliti
sebuah interaksi adalah menganalisis tiga unsur yang ada didalamnya yaitu konteks, teks
dan subteks.
Konteks adalah situasi umum dimana pertemuan atau pertukaran antar manusia
tersebut terjadi. Pergi makan siang adalah suatu peristiwa yang berbeda tergantung
dengan siapa anda pergi makan siang. Makan siang singkat dengan teman sekerja di
kantor atau makan siang dengan kekasih atau makan siang dengan calon kekasih, akan
memiliki dinamika yang berbeda.
Lain kali anda pergi ke restoran, cobalah gunakan pengetahuan anda tentang
bahasa tubuh untuk menduga makan siang macam apa yang sedang dialami oleh
pasangan di meja sebelah sana. Misalnya, perhatikan jarak antara mereka. Mungkin salah
seorang diantaranya memegang buku catatan atau “alat kerja” lainnya pada meja makan
untuk menunjukkan bahwa mereka kaum professional. Tetapi apakah mereka bergeser
mendekat?.
Teks adalah kata-kata yang benar-benar diucapkan pada pertemuan. Kata-kata
bukanlah segala-galanya. Jika anda hanya diberi catatan tentang apa yang diucapkan pada
setiap interaksi, itu tidak akan memberikan kepada anda pemahaman yang penuh tentang
apa yang terjadi. Bayangkan misalnya sebuah pasangan sedang makan siang. Catatan dua
baris dari percakapan mereka yang anda dapatkan adalah :
Wanita : Saya mencintai kamu.
Pria      : Sungguhkah?
Anda tidak mengetahui dari catatan tersebut apakah kalimat “Saya mencintai kamu”
adalah pernyataan gairah yang tiba-tiba, kebenaran yang menyenangkan namun tidak
mengherankan, atau sebuah sindiran karena wanita tersebut sedang marah. Kata-katanya
sama namun artinya berbeda.
Subteks terdiri atas intonasi dan bahasa tubuh yang digunakan. Yang seharusnya
menyampaikan informasi yang serupa tentang kehangatan dan keintiman dari pertemuan
tersebut. Orang tidak hanya tergantung pada kata-kata untuk mendapatkan sebuah
gambaran tentang interaksi. Nada suara dan isyarat tanpa kata mempunyai lebih dari
setengah bukti yang mendasari penilaian mereka tentang situasi. Jika isyarat tanpa kata
berlawanan dengan apa yang diucapkan, orang akan cemas dan berpikir bahwa mereka
mungkin sedang dikelabui.
Sering bahasa tubuh mengisyaratkan tanda-tanda yang sebenarnya tidak kita
inginkan. Mari kita bayangkan pasangan lain yang sedang makan siang. Jane dan John,
mereka tidak tampak santai. John telah memegang tangan Jane. Kelihatannya ia sedang
mencoba menenteramkan Jane. Namun ia tahu bahwa Jane tidak suka cara menyatakan
cinta yang mencolok di depan umum seperti itu. Dan Jane tahu bahwa John mengetahui
bahwa ia tidak suka cara seperti itu. Setelah John memegang tangan Jane itulah, Jane
dengan marah mengatakan : “saya mencintai kamu”, kalimat itu sekarang sering
digunakan secara sinis, yaitu jika seseorang merasa terganggu dan marah.
Konteks dan teks dari suatu interaksi biasanya mudah dijelaskan. Subteks sering
tidak jelas dan terkait dengan perasaan yang berbelit-belit, gerakannya sendiri sangat
sederhana, namun perasaan yang terlibat didalamnya sangat rumit. Dan tak seorangpun
mengucapkan sepatah kata. Karena berbelit-belit inilah maka pemahaman bahasa tubuh
menjadi sangat menarik.
Sudah diterima secara luas bahwa sukses dalam dunia kerja diawal abad 21
terutama dicapai atau melalui orang lain. Jaman manajer otokratis sudah lama berlalu,
dan secara rata-rata orang dewasa ini jauh lebih percaya diri dan independent dari pada di
jaman dahulu. Bila karyawan tidak suka cara mereka diperlakukan, mereka pindah kerja.
Seorang manajer dengan bahasa tubuh yang buruk akan membuat karyawan keluar lebih
cepat.
Bila anda sudah cukup lama bekerja, anda mungkin sudah mengetahui bahwa
motivasi yang baik dan keterampilan antar pribadi tau keterampilan manusiawi, demikian
nama yang dikenal secara informal dianggap sama pentingnya dengan kualifikasi yang
dibuktikan dengan sertifikat 30 tahun yang lalu. Keterampilan seperti ini tidak dapat
dikuasai tanpa memahami bahasa tubuh.
Keterampilan antar pribadi dahulu dianggap sebagai suatu bonus. Tenaga
penjualan pernah mengikuti pelatihan mendasar di bidang ini yang menyangkut
mengatasi penolakan yang secara alami berlawanan. Manajer diajarai untuk memahami
pentingnya manajemen sasarn dan mamajemen waktu, tetapi hanya sedikit sekali waktu
yang disisihkan untuk membahas mengenai cara orang bereaksi kalau diberitahu apa
yang harus dilakukan, atau ditegur kalau prestasi mereka berada dibawah harapan.
Bahkan bila anda secara alami adalah komunikator yang baik dan pendengar yang
baik, maka keterampilan anda tidak akan pernah mencapai potensi sepenuhnya kecuali
anda memahami bahasa tubuh. Hasil riset secara konsisten menunjukkan bahwa dalam
pesan apa pun, separuh arti disampaikan lewat kata yang diucapkan; separuh yang lain
dialami dalam bahasa tubuh pembicara. Tidak ada ruginya melatih gerakan tubuh anda di depan cermin (kiri dan kanan).
Jadi bila, seperti kitapada umumnya, anda adalah seorang komunikator, kecil
kemungkinan anda untuk sukses bila anda tidak mempunyai kesadaran mengenai bahasa
tubuh. Bila anda menyadari salah satu manfaat paling besar adalah pengetahuan tentang
bahasa tubuh dapat membantu anda untuk memonitor prestasi anda sendiri dan
memperbaikinya. Kita dapat merasa luar biasa terhadap diri kita sendiri jika menguasai
bahasa tubuh karena bahasa tubuh tidak diajarkan secara rutin di sekolah dan perguruan
tinggi. Walau pun sebenarnya dapat diajarkan dengan cukup mudah. Menyadari diri sendiri dan berlatih dapat membantu anda mencapai bahasa tubuh yang
terbuka dan ekspresif
Anda mungkin berpikir bahwa memahami bahasa tubuh hanyalah akal sehat,
tetapi anda akan keliru bila bahasa lisan rentan untuk disalah artikan, kedaannya bahkan
lebih benar mengenai bahsa yang tidak diucapkan. Banyak sekali jebakan saat
menginterpretasikan bahasa tubuh, dan beberapa diantaranya dapat amat menyesatkan
anda.
Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah mencoba membaca bahasa tubuh
secara terisolasi, dan membuat penilaian yang terlalu tergesa-gesa. Misalnya, ada
keyakinan yang tersebar luas bahwa bila seseorang yang tersebar luas mereka pasti
berbohong atau bila lengan atau kaki seseorang disilangkan, berarti mereka takut atau
gelisah. Menginterpretasikan bahasa tubuh tidak sesederhana itu, dan psikologi amatir
seperti ini dapat menimbulkan kebingungan.
Lebih penting dari semuanya jangan mencoba untuk mempelajari sinyal
individual. Sebaiknya amati bahasa tubuh dalam arti scenario, sama yang seperti kita
lakukan dalam pergaulan sehari-hari, ketika setiap potong bahasa tubuh diuraikan saat
berkembang dalam situasi spesifik maka jarang secara terisolasi.
Kesalahan umum lain adalah gagal untuk memonitor bahasa tubuh dalam suatu
periode waktu. untukmengenali sinyal bahasa tubuh, misalnya marah adalah satu hal,
tetapi tidak terlalu banyak manfaatnya kecuali anda dapat juga menentukan sejauh mana
kemarahan itu dan perkembangannya. Salah satu dari banyak manfaat mempelajari
bahasa tubuh adalah meningkatkan kesadaran anda mengenai diri sendiri dan kesadaran
anda mengenai orang lain. Keadaan itu akan membuat semua perjumpaan anda dengan
orang lain menjadi lebih menarik dan lebih memberikan hasil.

1.2 Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah diuraikan maka dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut ”Bagaimana bahasa tubuh sebagai salah satu
komunikasi non verbal ”.

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang Bahasa tubuh sebagai salah satu komunikasi non verbal, arti, maksud dan jenis komunikasi bahasa tubuh.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Dasar Bahasa Tubuh
Menurut David Cohen dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan” yang
menjelaskan tentang bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng mengungkapkan bahwa
bahasa tubuh juga menyingkapkan topeng-topeng kita. Manusia belajar menggunakan
topeng sejak kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak
isayarat-isyarat nonverbal tantang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi hanya
sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang dipakai
seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan keahlian
dan latihan.
Apa yang dapat menerobos topeng yang kita pakai adalah apa yang disebut oleh
para ahli psikologi sebagai “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita
berikan namun tidak dapat terkontrol. Mengatur ekspresi wajah sangat mudah dilakukan.
Jika anda tidak ingin tampak sedih, anda dapat berpura-pura. Lebih sulit mengatur nada
suara kita atau gerakan tubuh, mereka ini sering “bocor”. Pelajari mereka dan anda akan
segera tahu banyak tentang apa yang sedang dipikirkan orang lain.
Cara seseorang berbicara mencerminkan kepribadiannya. Beberapa orang
bicaranya keras dan tanpa henti; orang lainnya sukar dimengerti dan beberapa sangat
diam. David Cohen tidak menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu
cenderung memiliki gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain.
Beberapa penelitian yang baik tentang kepribadian, menunjukkan kontras antara
ekstravert, yang ceria, ramah, cepat, tidak teliti, suka humor, tidak sabar dan memiliki
metabolisme yang tinggi dengan introvert yang teliti banyak cemas, lamban, dan kurang
kemampuan dalam sosialisasi. Kepribadian yang satu tidak lebih baik dari kepribadian
lainnya. Mereka adalah gaya, tapi gaya yang terungkap melalui bahasa tubuh.
Dalam hubungan antar pribadi, banyak orang merasa berada dibawah tekanan
untuk tidak menunjukkan perasaan mereka. Kita hidup melalui suatu periode perubahan
sosial yang kompleks, membuat banyak dari kita merasa lebih aman bersembunyi dibalik
kedok.
Dalam kamus komunikasi dari Onong U. Effendy bahwa Kinesic Communication
atau komunikasi kial/komunikasi kinesik adalah komunikasi yang dilakukan dengan
gerakan anggota tubuh; salah satu jenis komunikasi nonverbal.
Peter Clayton dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari”
mengungkapkan bahwa Apa yang disebut dengan bahasa tubuh ? saya telah mengajukan
pertanyaan ini kepada orang yang tak terhitung banyaknya. Jawaban yang mereka berikan
tanpa kecuali sesuatu yang sejalan dengan komunikasi nonverbalyang menurut hemat
saya tidak salah sejauh ini. Akan tetapi, jawaban itu tidak benar-benar menjelaskan
kebenaran alami dari bahasa tubuh. Selama bertahun-tahun saya berusaha untuk
menyingkat pengertian ini menjadi beberapa kalimat sederhana.





Alo Liliweri dalam buku “komunikasi verbal dan nonverbal” menjelaskan bahwa
bahasa tubuh adalah gerakan ; tubuh yang merupakan sebagian perilaku nonverbal
(termasuk yang anda miliki) dapat disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang
lain. Perilaku itu sangat bergantung dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain.
Dalam bagian ini akan diuraikan komunikasi nonverbal “gerak tubuh” atau yang disebut
kinesik.

2.2. Sejarah Singkat Tentang Bahasa Tubuh
Selama berabad-abad, penulis-penulis besar seperti Shakespeare, telah
mengetahui bahwa sikap dan gerakan tubuh mencerminkan suasana hati. Pada cerita
“Malam Kedua-belas”, Malviolo, pelayan Olivia, membuat dirinya konyol dengan
mengenakan ikat kaos kaki kuning dan bertingkah laku aneh. Tetapi tidak ada penelitian
yang teratur tentang bahasa tubuh sampai tahun 1960-an. Lalu seorang ahli psikologi
Amerika Paul Elkman meneliti bagaimana kemampuan kita membaca pesan-pesan tanpa
kata dari wajah-wajah orang. Seorang ahli psikologi Ingggris Michael Argyle, dari
Universitas Oxford, mempelajari bahasa tubuh jenis lain yaitu gerak isyarat tubuh, sejauh
mana kita menjadi akrab dengan seseorang jika kita menyentuh seseorang dan dimana
kita melakukannya. Argyle dan Elkman keduanya menekankan bahwa bahasa tubuh
adalah sungguh-sungguh sebuah bahasa. Anda tidak dapat melihat suatu gerakan tubuh
secara tersendiri. Anda harus mempelajari pola yang utuh tentang gerakan tubuh, sikap
tubuh, dan nada dari suara untuk dapat mengerti situasi secara menyeluruh. Sebagaian
dari seni membaca bahasa tubuh adalah menempatkan semua tanda didalam “kelompok”,
jadi seperti menyusun kata-kata menjadi kalimat yang dapat dimengerti.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Bentuk-bentuk bahasa tubuh
Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh menurut Beliak dan Baker (1981) ada
tiga yakni : (1) kontak mata, (2) ekspresi wajah, (3) gerakan anggota tubuh. Agar jelasnya
diuraikan secara singkat sebagai berikut :

3.1.1. Kontak mata
Kontak mata juga mengacu pada sesuatu tang disebut dengan gaze yang meliputi
suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang (selalu pada wilayah wajah) disaat
sedang berbicara. Kontak mata sangat menentukan kebutuhan psikologis dan membantu
kita memantau efek komunikasi antar pribadi. Melalui kontak mata anda dapat
menceritakan kepada orang lain suatu pesan sehingga orang akan memperhatikan kata
demi kata melalui tatapan.
Misalnya pandangan yang sayu, cemas, takut, terharu, dapat
mewarnai latar belakang psikologis anda. Jumlah dan cara-cara penataan mata berbeda
dari seseorang dengan orang yang lainnya, dari budaya yang satu ke budaya lain
Pelbagai studi menunjukkan bahwa orang memandang orang lain disaat
percakapan sekitar 50-60 persen. Bagi pembicara digunakan 40 persen dann bagi
pendengar kira-kira 70 persen penglihatan. Pertanyaannnya kapankah anda suka melihat
orang lain ketika anda sedang berbicara ? mata anda seolah-olah membuat kontak yang
semakin besar/awas seperti waktu berdiskusi, lalu saling memberikan reaksi dan
seterusnya. Kontak mata sebagai simbol komunikasi nonverbal mempengaruhi perilaku,
kepercayaan dalamm berkomunikasi. Ingatlah bahwa sejak kontak mata anda dilakukan,
orang langsung dapat mengukur sejauh mana kemampuan anda dalam melakukan
komunikasi. Barbara Westbrook Eakins dan R. Gene Eakins (1978) dalam Samovar dan
Porter (1985) mengemukakan bahwa kaum pria lebih suka memandang/mencuri
pandangan terhadap wanita adalah pendapat yang keliru. Laporan penelitian yang
dikutipnya agak kontradiktif dengan pandangan klasik yang di anut orang.
Beberapa contoh dibawah ini berkaitan dengan perilaku kontak mata di pelbagai
etnik/bangsa di dunia.
Aparat kepolisisan menggunakan bahasa tubuh mata pada para supir di jalanan
baik pengemudi motor maupun mobil dapat menjadi sinyal atau pertanda kelengkapan
surat-surat yang mereka miliki, jika para pengemudi tidak memiliki surat-surat yang
lengkap maka ada kecenderungan memiliki pandangan mata yang berbeda ketika bertemu
dengan para aparat kepolisisian dalam suatu operasi di jalan, dan biasanya aparat
kepolisisan dapat melihat perbedaan pandangan mata para pengemudi yang merasa
bersalah atau tidak bersalah. Begitu pun kontak mata menjadi pertanda bagi para penjahat
atau orang-orang yang merasa bersalah dari aspek hukum baik dalam kasus pencurian,
perampokan, pembunuhan dan para pelaku kriminal lainnya. Cenderung memiliki kontak
mata yang berbeda ketika melihat aparat kepolisian. Walau pun kontak mata ini justru
dipelajari oleh para pelaku kriminal untuk dapat menguasai kontak mata secara
professional sehinga mampu bertindak wajar dan tidak mencurigakan baik dihadapan
para aparat kepolisian maupun para calon korban, sehingga aksi kejahatan atau aksi
penangkapan aparat dapat mereka lakukan di setiap kesempatan.
Kesalahan memandang orang lain dapat berakibat fatal. Ketika seorang wanita
Jepang dengan seorang pria Amerika, sang wanita harus menunduk tetapi sang pria terus
memandang dengan penasaran. Setibanya di asrama mahasiswa (keduanya tinggal
bersama di suatu flat mahasiswa), sang pria marah-marah dan mengejek wanita orang
yang tidak bersahabat. Sang wanita tersinggung dan menangis histeris. Setelah diselidiki
terrnyata dalam budaya Jepang hanya wanita kurang baik yang boleh memandang
seorang pria di tempat umum, hal demikian tidak terjadi di Amerika.
Anda pun bisa salah sangka, suatu waktu anda duduk di alun-alun kota bandung
atau berjalan di pasar senen dikala senja. Banyak wanita berseliweran. Anda mungkin
dapat membedakan pandangan wanita P dengan wanita orang baik-baik. Banyak orang
beranggapan : mata merupakan kata hati!

3.1.2. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan untuk
berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang
selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran, dan perasaan.
Melalui wajah orang juga bisa membaca makna suatu pesan. Pernyataan wajah menandai
masalah ketika : (1) ekspresi wajah tidak merupakan tanda perasaan (2) ekspresi wajah
yang dinyatakan tidak seluruhnya/tidak secara total merupakan tanda pikiran dan
perasaan. Dengan demikian penampilan wajah sangat tergantung pada orang yang
menanggapi atau menafsirkannya. Ekspresi wajah dari budaya yang lain memandang
berbeda.
Ekspresi wajah juga dapat kita lihat ketika kita memandang seseorang yang
dianggap sebagai orang yang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. hal ini didasari oleh
ada sebuah ekspresi wajah yang nampak pada orang yang bersangkutan tidak
menunjukkan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar
atau mengetahui suatu peristiwa baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau
kelayakan.

3.1.3. Gestures
Gestures merupakan bentuk perilaku nonverbal pada gerakan tangan, bahu, jarijari. Kita sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar
untuk menekankan suatu pesan. Ketika anda berkata : pohon itu tinggi, atau rumahnya
dekat; maka anda pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya.
Pada saat anda mengatakan : letakkan barang itu! Lihat pada saya! Maka yang bergerak
adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara dan
bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan angota tubuhnya ketika mereka sedang
berbicara. Mereka yang cacat bahkan berkomunikasi hanya dengan tangan saja.

3.1.4. Penggunaan Gerakan Tubuh
Mungkin anda juga perlu mengetahui dan mengerti bagaimana gerak tubuh
dipergunakan dalam komunikasi nonverbal. Tanpa diobservasi sekalipun, ternyata setiap
gerakan tubuh mengkomunikasikan fungsi tertentu. Ekman dan Friesen
mengkategorikannya sebagai emblem, illustrator, affect display, regulator, adaptor.


3.2. Emblem
Emblem merupakan terjemahan pesan nonverbal yang melukiskan suatu makna
bagi suatu kelompok sosial. Tanda V menunjukkan suatu tanda kekuatan dan
kemenangan yang biasanya dipakai dalam kampanye presiden di Amerika Serikat. Atau
di Indonesia dipakai untuk menunjukkan kemenangan Golkar. Emblem harus dipelajari
melalui proses yang mungkin saja merupakan bentuk lain dari arbitrary, iconic dalam
perlambangan saja

3.3. Ilustrator
Ilustrator merupakan tanda-tanda nonverbal dalam komunikasi. Tanda ini
merupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan contoh sesuatu.
Seorang ibu melukiskan bahwa tyani, putrinya yang sekolah di SMA Negeri di jalan
Belitung Bandung, mempunyai tinggi badan tertentu. Sang ibu menaik turunkan
tangannya dari permukaan tanah.
Ada 8 bentuk ilustrator yang perlu diperhatikan :
3.3.1. Batons
merupakan suatu gerakan yang menunjukkan suatu tekanan tertentu pada suatu
pesan yang disampaikan.
3.3.2. Ideographs
Adalah gerakan yang membuat peta atau mengarahkan pikiran. Dengan demikian
penampilan wajah sangat bergantung terhadap orang yang menanggapi atau
menafsirkannya. Ekspresi wajah dari budaya yang satu dengan budaya yang alain
memang berbeda.
3.3.3 Deitic Movements
Adalah gerakan untuk menunjukan sesuatu.
3.3.4. Apatial Movements
Adalah gerakan yang melukiskan besar atau kecilnya ruangan
3.3.5. Kinetographs
Adalah gerakan yang menggambarkan tindakan fisik
3.3.6. Rhytmic Movements
Adalah gerakan yang menunjukkan suatu irama tertentu
3.3.7. Pictographs
Adalah gerakan yang menggambarkan sesuatu di udara
3.3.8. Emblematic Movements
Adalah gerakan yang menggambarkan suatu pernyataan verbal tertentu
Batasan antara setiap bentuk illustrator seperti diuraikan di atas biasanya kurang
jelas, hal ini disebabkan karena seseorang tidaklah selalu menggunakan hanya satu
bentuk tetapi beberapa bentuk nonverbal sekaligus dalam berkomunikasi.

3.4. Adaptor
Adaptor merupakan gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik. Pada mulany
gerakan ini berfungsi untuk menyebarkan atau membagi ketegangan anggota tubuh,
misalnya meliuk-liukan tubuh, memulas tubuh, menggaruk kepala, loncatan kaki.
Ada beberapa jenis adaptor yaitu : (a) self adaptor misalnya menggaruk kepala
untuk menunjukkan kebingungan; (b) alter adaptors; geraka nadaptor yang diarahkan
kepada orang lain, mengusap-usao kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang;
 (c)Obyek adaptor adalah gerakan adaptor yang diarahkan kepada obyek tertentu.
Gerakan adaptor sebenarnya gerakan seseorang yang menggambarkan perilaku
ikonik dan intrinsic yang kadang-kadang secara sadar dilakukan terhadap dirinya sendiri;
kecuali untuk orang lain maka adaptor bertujuan menumbuhkan interaksi dan
komunikasi.

3.5. Regulator
Regulator adalah gerakan yang berfungsi mengarahkan, mengawasi, mengkoordinasi
interaksi dnegan seksama. Sebagai contoh, kita menggunkan kontak mata sebagai tanda
untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicar dan mendengarkan orang lain.
Regulator merupakan tanda utama yang bersifat interaktif, bentuknya ikonik dan
intrinsic.

3.6. Affect Display
Perilaku affect display selalu menggambarkan perasaan dan emosi. Wajah
merupaka n media yang paling digunakan untuk menunjukkan reaksi terhadap pesan
yang direspon. Bentuk affect display bersifat intrinsic yang digunaka nuntuk fungsi
interaktif dan informative.
Beberapa contoh perilaku gerakan anggota tubuh dapat terlihat sebagai berikut.
Kalau di Amerika atau diEropa continental anda boleh menggunakan tanda V sebagai
lambang kemenangan (Victory) yang dipopulerkan Winston Churchill maka di Afrika
Selatan V tidak boleh anda gunakan. Di Afrika Selatan pun anda diharapkan tidak
memasukkan ibu jari diantara telunjuk dan jari tengah. Isyarat-isyarat tangan sebaiknya
dihindari jika anda bertemu dengan orang argentina; di Australia ibu jari yang
diacungkan merupakan sisyarat yang kasar, dalam pertemuan dengan orang asutralia
berdirilah tegak dan gunakan tangan secara sederhana.
Di Austria sebaiknya anda mengjhindari berbicar dengan tang na disaku;
sebaiknya di belanda and aboleh melambaikan tngan bagi orang yang jauh. Yang tidak
boleh dilakukan di belanda adalah mengunyah permen karet atau berdiri dengan tangan di
saku tidaklah sopan (tanda sombong dan angkuh).
Di Chili waktu bercakap sambil duduk merupakan terbaik, namun hindari isyarat
tangan karena hany apelayan restoran yang dipanggil denga ntangan. Tidak hanya tangan
di kolombia jangan bertelanjang kali apalagi menaruh kaki di atas meubel dianggap
kurang ajar, karena di kolombia orang memanggil orang lain denga nmelembaikan jarijari
tangan atau seluruh tangan dan telapaknya mengahdap ke bawah. Sama denga ndi
afrika selatan maka di Costarica jangan mengepalkan tangan dengan ibu jari tersembul
diantara telunjuk dan jari tengah. Pada waktu makan keduatangan harus ada di tatas meja.
Di Elsavador jangan menunjuk seseorang denga njari tanga natau mengarahakan
kaki kea rah orang lain. Hanya temena akrab yang dipanggil denga ntangan. Di Inggris
isyarat berlebihan seperti menepuk punggung atau merangkul bahu dengan lengan harus
dihindari.




BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.      Mengetahui bahwa bahasa tubuh adalah bahasa atau alat komunikasi nonverbal
2.      Mengetahui sejarah bahasa tubuh
3.      Mengetahui bentuk atau jenis jenis bahasa tubuh

4.2 Saran
Dalam Faktanya Penelitian telah menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara
manusia dilakukan secara non verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi
dalam masyarakat yang berwujud nonverbal. Komunikasi nonverbal ialah menyampaikan
arti (pesan) yang meliputi ketidakhadiran symbol-simbol suara atau perwujudan
suara.Salah satu komunikasi non verbal ialah gerakan tubuh atau perilaku kinetic,
kelompok ini meliputi isyarat dan gerakan serta mimic.
Setelah membaca makalah di atas penulis mengharapkan kepada pembaca, agar pembaca dapat mengetahui tentang komunikasi nonverbal yaitu menggunakan bahasa tubuh.




0 komentar:

Poskan Komentar